10 Jenis Tanaman Hias Palem untuk Indoor dan Outdoor

Tanaman Hias – Tumbuhan palem merupakan tumbuhan yang sangat mudah tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Bisa ditemukan mulai dari daerah pantai hingga pegunungan, dan sangat fleksibel tumbuh di tanah yang subur maupun gersang. Karena bentuknya yang eksotis, tanaman dari keluarga palm-palman (Palmae) ini bisa dikatakan kelas bangsawan untuk kategori tanaman.

Palm dapat dijadikan tanaman hias untuk di pinggir jalan atau di pekarangan sebagai tanaman hias outdoor. Beberapa jenis palm juga bisa ditanam di dalam pot dan dijadikan tanaman hias ruangan indoor, namun memerlukan perawatan dengan dipindahkan keluar ruang setiap beberapa hari sekali sehingga pertumbuhannya tetap subur.

Macam-macam Tanaman Hias Palem

  1. Palem Paris (Calamus ciliaris)

Palem Paris Rotan

Memiliki batang yang tidak terlalu tebal, palem paris ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat. Tinggi pohonnya dapat mencapai 3 meter dengan diameter batang sekitar 2 cm. Memiliki daun yang berbentuk sirip, melengkung, dan warnanya hijau gelap. Termasuk tumbuhan rotan yang bisa dijadikan pengikat, oleh karenanya sering disebut pula palem rotan. Palem yang satu ini tumbuh merambat, sangat cocok untuk tanaman hias. Di daerah Bandung, orang menyebutnya pula dengan nama lokal howe geureung / howe muka / howe cacing. Para pedagang tanaman hias menamakannya palem paris karena bentuknya elegan bagaikan tanaman impor.

  1. Palem Ekor Ikan / Sarai (Caryota mitis)

Palem-Saray

Dinamakan palem ekor ikan karena memang daun dari pohon palem yang satu ini berbentuk seperti buntut ikan. Daun palem ekor ikan berbentuk menyirip, dengan jumlah ganda dan panjangnya dapat mencapai 30-40 cm. Bagian tepi daun berbentuk tidak rata, tumpul, dan bergerigi, yang menyebabkannya mirip dengan ekor ikan. Banyak dijumpai di Semenanjung Malaya, Sulawesi Utara, dan pulau Jawa, terutama di hutan dataran rendah. Dapat menghasilkan sagu yang bisa dimakan. Cocok pula sebagai tanaman hias yang menghijaukan pekarangan.

  1. Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Palem-Kuning

Palem kuning merupakan salah satu jenis palem yang bisa dijadikan tanaman hias indoor ketika belum tumbuh terlalu tinggi. Memiliki daun khas palm dengan susunan menyirip dan daun majemuk, batang pohon palem yang satu ini berwarna kuning sehingga mudah dikenali. Pelepah daunnya cukup panjang dan sering menutupi batangnya yang beruas-ruas. Walau banyak dijadikan tanaman hias indoor, banyak pula orang yang menanam palem kuning di pekarangan ketika mulai tumbuh tinggi.

  1. Palem Waregu (Rhapis sp.)

Palem Waregu

Juga termasuk sebagai palem yang bisa dijadikan tanaman hias dalam ruangan. Memiliki 10 spesies yang sama-sama memiliki bentuk yang eksotis dan dapat menyegarkan ruangan. Jenis yang paling banyak dijumpai adalah Rhapis gracillis dan Rhapis humilis,yang memiliki ketahanan tinggi terhadap ruangan ber-AC. Bentuk daunnya berpusat pada suatu titik dan berada di ujung batang, seperti bunga yang mekar.

  1. Palem Botol (Palmiste gargoulette)

Palem Botol

Palem yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi, karena sangat banyak dibudidayakan untuk menjadi tanaman hias di pekarangan. Bentuknya sangat khas, dengan batang di bagian bawah membengkak dan berbentuk seperti botol. Palem botol memiliki mayang yang ditumbuhi daun berbentuk menyirip, namun setiap pohon hanya memiliki 4-6 mayang yang terbuka. Jika muncul daun baru dan jumlahnya melebihi 6 mayang, biasanya daun yang lama akan segera gugur.

  1. Palem Raja (Roystonea sp.)

Palem Raja

Dinamakan palem raja karena tumbuhnya sangat tinggi dan lebih cocok ditanam di pinggir jalan, atau jika pekarangan rumah benar-benar luas. Mampu mencapai ketinggian 20 meter lebih, palem ini sebetulnya berasal dari negara tropis di benua Amerika. Batangnya dapat mencapai diameter hingga 45 cm. Bagian batang bawahnya berwarna abu-abu kecokelatan, dan bagian mayangnya berwarna hijau cerah.

  1. Palem Putri / Palem Manila (Veitchia merillii)

Palem Putri

Jika ada palem raja, maka ada lagi palem putri. Palem putri merupakan versi kerdil dari palem raja. Memiliki tinggi paling maksimal 5 meter. Salah satu hal yang menjadi ciri khas palem putri adalah di batas bagian batang abu-abu dan hijaunya tumbuh buah palem yang berwarna merah, yang menjadi bakal tumbuhan palem putri baru jika dibudidayakan. Palem putri ini memiliki habitat asli di Filipina, sehingga kerap disebut pula dengan Palem Manila.

  1. Palem Merah (Cyrtostachys renda)

Palem Merah

Memiliki ciri khas batang palem yang berwarna merah menyala, sangat kontras dengan daunnya yang hijau, menjadikan tanaman hias yang eksotis ini banyak disukai orang untuk ditanam di pekarangan. Kini palem merah termasuk jenis yang langka karena sering diburu orang yang menyukai keindahannya. Palem merah hidup secara berumpun, dengan ketinggian 6-14 meter. Sangat populer terutama di daerah Jambi, karena dipercaya mampu menolak bala dan berbagai ilmu hitam yang ditujukan pada penghuni rumah.

  1. Palem Kipas (Livistona saribus)

Palem Kipas

Disebut dengan palem kipas karena memiliki daun yang lebar dan menyatu seperti kipas tangan. Palem ini banyak tumbuh di daerah Kalimantan dan ditemukan pula di daerah Malaysia. Batangnya dapat tumbuh mencapai ketinggian 20 meter, dengan pelepah yang berserat dan duri di tepi tangkai daun.

  1. Palem Segitiga (Dypsis decaryi)

Palem Segitiga

Palem segitiga dinamakan seperti itu karena memang bentuk pohonnya bagaikan segitiga terbalik jika dilihat dari suatu sisi. Di alam bebas, tanaman palem segitiga bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 15 meter, dengan panjang batang yang ditumbuhi daun mencapai 2,5 meter. Cocok sebagai tanaman hias di luar ruangan. Palem segitiga termasuk langka dan sulit dibudidayakan, namun sekalinya ia mendapat tempat dengan iklim yang pas, palem ini akan tumbuh dengan indah.

Demikianlah 10 jenis tanaman palem yang dapat dipilih untuk menjadi tanaman hias baik secara indoor maupun outdoor. Pilihlah bibit palem terbaik dengan memperhatikan bentuknya, sehingga sesuai dengan palem yang ingin Anda tumbuhkan. Jika memilih untuk membeli pohon palem yang sudah agak besar, baiknya pilihlah yang daunnya terlihat hijau segar, utuh, dan sehat, serta tidak mengering atau dimakan ulat.

Komentar
error: Mau Copas ya !!