Cara Menanam Strawberry Di Polybag dan Tips Merawatnya

Cara Menanam Strawberry – Buah strawberry (Fragaria chiloensis) memiliki habitat di pegunungan Chili, dan merupakan tanaman yang cocok untuk ditanam di daerah yang memiliki iklim subtropis. Walaupun begitu, penyebarannya yang telah mencapai Indonesia ternyata membuktikan bahwa strawberry juga cukup berhasil ditanam di daerah dataran tinggi negara tropis.

Varietas Strawberry di Indonesia

Tanaman strawberry memiliki batang yang sangat pendek, hampir menyerupai rumpun tanpa batang. Batang strawberry dan daunnya tersusun rapat. Karena tumbuh tidak tinggi, banyak orang yang membudidayakan tanaman strawberry menggunakan polybag.

Berbagai varietas strawberry juga sudah banyak sekali, seperti contohnya oso grande, camarosa, pajero, robunda, bogota, dan lain-lain. Di tiap daerah, biasanya strawberry yang ditanam berbeda-beda varietasnya.

Cara Menanam Buah strawberry

Misalnya saja, di daerah Lembang yang terdapat perkebunan strawberry, pekebun banyak menanam strawberry varietas shantung dan nyoho, yang cocok untuk diolah menjadi berbagai makanan sepetrti selai, jeli, dan lainnya. Bergeser sedikit dari Lembang, di daerah Ciwidey atau Bandung Selatan, strawberry yang ditanam kebanyakan adalah 4 varietas dari jenis nyoho, oso grande, tristar, dan sweet charlie.

Berbeda lagi di Cianjur, para pekebun strawberry lebih suka mengembangkan strawberry varietas hokowaze yang berasal dari Jepang. Tentunya berbeda-beda varietas strawberry yang ditanam ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan paling optimal bagi varietas tertentu, yang tentunya berbeda untuk tiap daerah,

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Strawberry

Untuk menanam tanaman strawberry, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.

  • Temperatur. Tanaman strawberry akan tumbuh optimal di daerah dataran tinggi yang sinar mataharinya tidak terlalu kuat. Temperatur optimal untuk menumbuhkan tanaman strawberry adalah sekitar 22-28o.C
  • Kelembapan. Dengan kelembapan sekitar 80-90%, tanaman strawberry juga akan tumbuh maksimal dan lebih cepat. Kelembapan ini juga cocok dengan kelembaban daerah dataran tinggi di Indonesia.
  • Ketinggian. Ditanam di negara tropis, tanaman strawberry baiknya ditanam di ketinggian 1000-1500 meter dpl untuk mendukung pertumbuhanya.
  • Curah hujan. Menjadi salah satu faktor yang cukup penting pula, karena strawberry membutuhkan banyak air sepanjang pertumbuhannya, namun tidak dapat tumbuh di lahan yang terlalu basah karena dapat berjamur. Strawberry akan tumbuh baik di tempat yang curah hujannya sekitar 600-700 mm per tahun.
Media Tanam Strawberry

Sebelum memulai menumbuhkan strawberry menggunakan polybag, ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu media tanam yang diperlukan buah strawberry untuk tumbuh. Terdapat dua macam media tanam yang dapat digunakan untuk menanam strawberry, yaitu :

  • Media tanam di lahan terbuka : berupa tanah dengan pemupukan
  • Media tanam di polybag/ greenhouse : terdiri dari rockwool dan arang sekam. Rockwool sendiri merupakan campuran antara batu gamping dan serat benang yang dibakar pada suhu tinggi. Sementara itu arang sekam berasal dari sisa pengolahan padi (sekam) yang dibakar sebagian. Umumnya, pekebun strawberry lebih suka menggunakan media arang sekam, karena membuat pertumbuhan strawberry lebih baik karena tidak mengikat hara. Selain itu dengan menggunakan arang sekam, nutrisi dapat dikontrol serta akar tanaman tidak rusak saat dipindahkan.

Cara Menanam Strawberry di Polybag

Banyak pekebun yang menanam strawberry menggunakan wadah polybag, yaitu kertas plastik hitam yang berbentuk seperti pot. Hal ini dilakukan karena cukup praktis dan tidak membutuhkan banyak tempat serta modal. Berikut cara menanam strawberry di polybag.

  • Pilih terlebih dahulu benih strawberry, rendam dalam air selama satu malam untuk menyeleksi benih yang siap tanam. Pilih benih yang tenggelam, karena benih tersebut mengandung nutrisi yang cukup untuk berkecambah.
  • Isi polybag dengan media tanam. Media tanam dapat berupa arang sekam, atau campuran antara tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  • Semaikan benih secara merata di atas media tanam, kemudian lapisi lagi sedikit dengan media tanam sehingga benih tertutup.
  • Tutup polybag dengan plastik hingga benih mulai berkecambah. Siram setiap hari. Bibit akan berkecambah sekitar 7-10 hari.
  • Setelah berkecambah, pastikan tanaman strawberry mendapatkan nutrisi yang cukup. Baiknya Anda menggunakan pupuk daun yang memiliki kadar N tinggi ketika bibit mulai berkecambah.
  • Pastikan selama pertumbuhannya, tidak ada hama atau serangga yang merusak tumbuhan strawberry. Jika ada daun strawbery yang terkena penyakit, sebaiknya langsung potong daun tersebut, karena berpotensi menularkan penyakitnya pada daun lainnya.

Cara Merawat Tanaman Strawberry Agar Cepat Berbuah

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara menanam strawberry di polybag. Namun tentunya menanamnya saja tidak cukup, bukan? Buah yang lebat menjadi salah satu parameter keberhasilan menanam strawberry. Untuk mendapatkan buah strawberry yang tumbuh lebat, lakukan kiat-kiat merawat tumbuhan strawberry berikut.

  • Siram secara rutin dan teratur, jangan sampai media tanam strawberry mengering. Ingat bahwa tumbuhan ini membutuhkan banyak air namun jangan sampai membanjiri akarnya. Penyiraman juga dapat dilakukan menggunakan air cucian beras (air tajin), yang dapat menambah nutrisi yang dibutuhkan strawberry untuk berbuah.
  • Berikan pupuk yang tepat. Banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik untuk merawat strawberry. Hal ini sebetulnya sah-sah saja, namun akan jauh lebih baik jika strawberry ditumbuhkan dengan menggunakan pupuk organik untuk merangsang pertumbuhan buahnya. Pupuk organik dapat berupa pupuk kandang dari kotoran ternak maupun kompos sisa tumbuhan yang sudah mati. Ampas teh yang telah diseduh juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang baik untuk menumbuhkan buah strawberry.
  • Pendangiran. Inilah rahasia para petani strawberry agar cepat berbuah. Pendangiran adala proses menggemburkan tanah dengan hati-hati mencangkulnya. Saat menanam di polibag, Anda bisa mengganti media tanam dengan tanah dan pupuk baru sehingga tanaman lebih terpastikan nutrisinya.
  • Rawat media tanam. Selain tumbuhan strawberry, media tanam juga perlu diperhatikan. Pastikan tidak ada rumput liar atau tanaman parasit lainnya yang akan mencuri nutrisi dari media tanam sehingga tanaman strawberry kekurangan nutrisi untuk menghasilkan buah.
  • Berikan perangsang buah. Jika ingin tanaman strawberry cepat berbuah, jangan lupa pula untuk memberikan perangsang buah organik. Perangsang buah ini biasanya banyak dijual sebagai pupuk ZPT.
  • Pangkas sulurnya. Strawberry memang tidak tumbuh meninggi, namun akan menumbuhkan sulur yang panjang untuk perkembangbiakkannya secara vegetatif. Sulur ini dapat memakan banyak nutrisi karena akan terus memanjang hingga 30-50 cm. Oleh karena itu, jika mulai muncul sulurnya, usahakan untuk selalu memangkas sulur tersebut agar nutrisi lebih terkonsentrasi untuk pembentukan buah.
  • Panen Strawberry. Bisa dilakukan setelah umur tanaman sekitar 2-3 bulan. Ciri-ciri buah yang bisa dipanen adalah warnanya yang sudah didominasi merah. Saat proses berbuah, pastikan tidak ada hama seperti tikus yang mencuri strawberry di kebun Anda.

Demikianlah sekilas mengenai perawatan tanaman strawberry, serta cara menanam strawberry agar cepat berbuah. Bagaimana, sangat sederhana dan mudah dilakukan bukan? Setiap orang rasanya bisa melakukannya asalkan telaten dalam merawatnya. Selamat menumbuhkan sendiri tanaman strawberry dalam polybag Anda!

Komentar