5 Tahapan Cara Menanam Pohon Kurma dari Biji di Rumah

Cara Menanam Pohon Kurma – Kurma merupakan jenis buah yang memiliki habitat di tanah Timur Tengah yang iklimnya sangat panas. Bisa tumbuh di padang pasir membuat orang berpikir pohon kurma kurang cocok ditanam di Indonesia. Padahal, nyatanya sudah ada pohon kurma yang berhasil ditumbuhkan di Indonesia, bahkan beberapa juga menghasilkan buah yang melimpah.

Cara Menanam Pohon Kurma

Kebun Kurma Pasuruan (foto/nurrochma.com)

Pohon kurma termasuk jenis pohon palem-paleman, yang memiliki nama latin Phoenix dactylifera. Secara generatif, menanam pohon kurma dapat dilakukan dengan mengecambahkan bijinya. Tiap butir kurma mengandung biji yang berpotensi untuk ditumbuhkan menjadi pohon kurma. Asalkan tahu caranya, Anda sebetulnya bisa menanam kurma dari biji di rumah sendiri.

Sekilas Tentang Pohon Kurma

Jika sudah tumbuh, pohon kurma termasuk pohon yang hidupnya dapat mencapai puluhan tahun. Pohon kurma termasuk pohon yang terbagi menjadi jantan dan betina. Pohon yang menghasilkan buah kurma adalah pohon betina. Tidak heran jika ada yang berhasil membudidayakan kurma namun tak kunjung berbuah, berarti pohon kurma tersebut adalah pohon kurma jantan.

Memang dari keseluruhan biji kurma yang dimakan manusia, lebih banyak porsinya untuk tumbuh menjadi pohon kurma jantan. Sekitar 60-80% biji yang akan tumbuh adalah calon pohon kurma jantan, sisanya pohon betina. Untuk itulah Anda disarankan mengecambahkan banyak biji agar kemungkinan mendapatkan pohon kurma betina lebih tinggi. Tidak perlu khawatir jika pohon kurma yang tumbuh kemudian digolongkan sebagai pohon jantan, karena pohon kurma juga termasuk salah satu pohon yang bisa dijadikan hiasan dengan harga yang cukup mahal.

Cara Menanam Pohon Kurma

Secara umum, untuk menanam pohon kurma Anda membutuhkan paling tidak 5 tahapan, yaitu persiapan biji kurma, proses pembersihan biji kurma, perendaman, pengecambahan, dan pemindahan bibit yang sudah berkecambah. Lebih lengkapnya akan dibahas dalam ulasan berikut.

1. Persiapan Biji Kurma

Biji Kurma

Kurma dapat ditanam dengan memanfaatkan biji yang terdapat di dalam buahnya. Biji kurma dapat Anda peroleh dari sisa memakan kurma atau membeli bibit unggul yang dijual di pasaran. Perlu Anda ketahui pula, untuk kurma sendiri terdapat beberapa jenis varian yang termasuk bibit unggul dan bernilai jual tinggi, seperti kurma Ajwa (kurma nabi), Zahidi, Khalas, Khenaizi, Khadrawi, Medjool, dan Deglet Nour. Selain itu, beberapa jenis kurma yang biasa dikonsumsi di Indonesia antara lain kurma Sekki, Barhi, Silaj, dan Sokari.

Masing-masing jenis kurma memiliki penampilan fisik yang berbeda. Misalnya saja, untuk kurma Ajwa, warnanya cenderung hitam gelap, dengan tekstur lembut yang tidak terlalu manis dan rasanya mirip dengan kismis. Kurma ajwa ini banyak tumbuh di Madinah dan dinamakan kurma nabi karena konon merupakan jenis kurma yang sering dikonsumsi Nabi Muhammad SAW.

Berbeda halnya dengan kurma Medjool/Majol yang memiliki bentuk lebih lonjong dari kurma ajwa, berwarna kecokelatan dan rasanya sangat manis dengan tekstur yang kenyal. Lain lagi halnya dengan kurma Deglet Noor yang namanya diambil dari bahasa Arab yang artinya menyerupai sinar matahari, karena memang warna kurma ini kuning cerah hingga cokelat muda, lebih cerah dibandingkan warna kurma Medjool atau kurma Ajwa, dengan rasa yang manis dan tekstur yang tidak terlalu kenyal dan tidak juga terlalu keras.

Siapkan biji kurma dalam jumlah banyak. Jika Anda membeli sekotak kurma untuk dikonsumsi, gunakan saja seluruh bijinya sebagai calon bibit pohon kurma. Ingat, semakin banyak biji yang Anda tanam, semakin besar kemungkinan tumbuhnya pohon kurma betina yang rajin berbuah.

2. Pembersihan Biji dari Sisa Daging Kurma

Anda yang sering memakan kurma pasti sudah hafal bahwa biji kurma biasanya akan mengandung sedikit sisa-sisa daging kurma. Jika Anda memperoleh biji kurma dari sisa memakan kurma, maka terlebih dahulu biji kurma harus dibersihkan sehingga bebas dari daging kurma.

Biji kurma yang bersih akan meningkatkan kemungkinan berkecambahnya biji lebih tinggi. Selain itu, pembersihan biji kurma juga dimaksudkan untuk menghindari binatang seperti semut atau kutu putih untuk mampir di permukaan biji kurma yang pada akhirnya dapat membuat biji rusak sebelum dikecambahkan karena tumbuhnya jamur.

Untuk membersihkan biji kurma, Anda dapat menggunakan air yang dicampurkan dengan pasir halus, kemudian menggosok biji kurma di dalam rendaman air menggunakan pasir halus. Setelah itu, pisahkan biji yang sudah kering di suatu wadah untuk tahapan selanjutnya.

3. Proses Perendaman Biji Kurma

Perendaman dilakukan untuk membuat biji kurma lebih cepat berkecambah. Untuk proses perendaman, dibutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk mendapatkan biji yang lebih mudah berkecambah. Perendaman dilakukan menggunakan air mineral (lebih baik menggunakan air mineral dalam kemasan) dan setiap 24 jam, air diganti dengan yang baru.

Jumlah air tidak perlu terlalu banyak, yang terpenting biji kurma dapat terendam seluruhnya. Jika sudah sampai pada hari ke-4 perendaman, tambahkan larutan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) untuk membuat biji lebih mudah lagi berkecambah.

4. Pengecambahan Biji Kurma

Pegecambahan dilakukan dengan media berupa campuran cocopeat dan pasir, atau bisa juga Anda mengecambahkan biji dengan menggunakan tisu basah yang disimpan di tempat gelap. Letakkan biji kurma dengan jarak antar biji sekitar 5 cm ke media pengecambahan.

Anda harus menunggu sekitar 2-4 minggu hingga biji kurma akhirnya berhasil berkecambah dan tumbuh dengan tinggi sekitar 5-10 cm. Biasanya akan muncul satu helai daun di masa awal perkecambahan. Ketika sudah mencapai tinggi 10 cm, barulah bibit kurma dapat dipindahkan ke dalam polibag untuk ditumbuhkan sendiri-sendiri.

5. Pemindahan Bibit yang Sudah Berkecambah

Bibit Pohon Kurma Ajwa

Selanjutnya, ketika berhasil dikecambahkan, secara hati-hati pindahkanlah bibit kurma ke dalam polibag atau pot yang telah diisikan dengan media tanam. Media tanam terbaik untuk pohon kurma adalah campuran antara pasir,kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Perhatikan bahwa pasir menjadi media yang dominan untuk pohon kurma, mengikuti habitatnya yang memang dari tanah padang pasir. Kompos dan arang sekam ditambahkan sehingga media tanam memiliki prositas yang juga baik.

Semakin besar pohon palem, semakin Anda harus memindahkannya ke polibag yang lebih besar, atau bahkan harus memindahkannya ke tanah terbuka jika sudah tidak lagi cocok untuk ukuran polibag. Selalu perhatikan kebutuhan unsur hara pohon kurma yang didapatkan dari kompos sebagai media tanam. Pohon kurma memang tidak perlu sering disiram, namun kebutuhan nutrisinya perlu selalu dijaga agar bisa tumbuh hingga berbuah.

Demikianlah cara menanam pohon kurma dari biji yang bisa dilakukan dari rumah. Semoga berguna bagi Anda yang ingin mencoba sendiri keberuntungan menanam pohon kurma berjenis betina yang dapat berbuah lebat sepajang tahun. Baca juga : manfaat buah kurma untuk kesehatan.

Komentar