Cara Menanam dan Merawat Bunga Lavender dari Biji di Rumah

Kebun Bunga – Lavender adalah bunga yang termasuk dalam kategori tanaman mint (Lamiaceae). Tanaman dengan bunga berwarna ungu cerah ini memiliki habitat di Cape Verde dan Pulau Canary, yang terletak di Eropa. Bunga Lavender banyak ditanam sebagai bahan herbal, dipelihara untuk menghasilkan minyak lavender esensial, hiasan di pekarangan rumah, sekaligus sebagai tanaman yang juga dikenal ampuh untuk mengusir nyamuk.

Di banyak tempat, lavender sebetulnya hidup secara liar, namun tidak menutup kemungkinan tanaman indah yang satu ini ditumbuhkan dengan perawatan maksimal. Jika Anda tertarik untuk menanam bunga lavender, perhatikan terlebih dahulu ulasan mengenai cara menanam dan merawat bunga Lavender berikut.

Bunga Lavender

Cara Menanam Bunga Lavender dari Biji

Bunga lavender banyak dibudidayakan dengan cara menanam bijinya yang diambil dari bunga lavender. Langkah-langkahnya sebetulnya cukup mudah, Anda hanya perlu sedikit ketelatenan untuk menanamnya.

  • Persiapan Media Tanam.

Lavender dapat tumbuh optimal dengan media berupa campuran antara kompos, tanah,dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Terlebih dahulu campurkan ketiga media ini sehingga teraduk rata dan letakkan di pot atau lahan tempat Anda akan menanam bunga lavender.

  • Penyemaian Biji Lavender.

Bibit lavender saat ini sudah banyak sekali dijual di toko benih atau tanaman. Sebelum menanamnya, Anda perlu terlebih dahulu menyemai biji. Pertama-tama, rendam benih lavender di dalam air hangat semalaman, sehingga biji lebih mudah berkecambah. Kemudian, letakkan biji di wadah penyemaian yang telah diisi dasarnya dengan kapas basah. Susunlah biji lavender sehingga jaraknya tidak terlalu dekat, paling tidak berikan jarak sekitar 5-10 cm antar biji lavender. Letakkan biji dengan posisi memanjang.

Setelah itu, isi wadah penyemaian dengan media tanam dan basahi hingga lembab. Bagian atas wadah penyemaian dapat ditutup dengan plastik bening yang berlubang untuk menghindari terlalu banyak penguapan air dari media. Perlu diperhatikan bahwa media tanam harus selalu lembab, apalagi jika cuaca terik, Anda harus rajin menyemprotnya dengan air sehingga nutrisi yang dibutuhkan agar biji berkecambah tercukupi. Letakkan wadah penyemaian di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.

  • Pertumbuhan Biji Lavender

Setelah sekitar 2-3 minggu disemai, biji lavender biasanya sudah berhasil tumbuh beberapa cm di atas media tanah. Bahkan jika menggunakan benih kualitas super, ada yang sudah berhasil tumbuh kurang dari seminggu. Jika tanaman lavender sudah mulai muncul ke permukaan media tanam, segera lepas pembungkus plastik untuk memudahkan tanaman melakukan respirasi dan tumbuh lebih optimal. Benih yang tumbuh kemudian akan menghasilkan beberapa helai daun, namun sebaiknya Anda tidak memindahkannya ke tempat lain sebelum tinggi tanaman mencapai 5 cm untuk menghindari kegagalan karena lavender sulit beradaptasi dengan lingkungan baru karena umurnya yang masih sangat muda.

  • Perkembangan Tanaman Lavender

Setelah dipindah ke pot atau lahan yang digunakan untuk menumbuhkan lavender selanjutnya, rawatlah tanaman lavender sehingga tetap tumbuh besar hingga berbunga. Biasanya bunga lavender akan mulai tumbuh di usia tumbuhan sekitar 6-12 bulan. Usahakan untuk menempatkan tanaman lavender di tempat yang luas atau pot yang besar, karena lavender akan tumbuh seperti semak yang sangat rimbun. Jika sudah berhasil menumbuhkan lavender hingga besar, Anda kemudian bisa memperbanyaknya dengan melakukan stek batang.

Cara menanam bunga lavender

Kiat-kiat Merawat Bunga Lavender

Setelah berhasil menanam tanaman lavender, tentunya Anda harus tetap merawatnya sehingga menghasilkan bunga yang melimpah dengan keharuman khasnya. Berikut merupakan kiat-kiat untuk merawat bunga lavender :

  • Siram Sesekali Saja. Saat sudah tumbuh dewasa, lavender tidak memerlukan terlalu banyak air lagi. Bahkan jika media tanam terlalu lembab, akar lavender bisa menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati. Jika Anda menanam lavender di dalam pot, pastikan bagian bawah pot berlubang sehingga aliran air pun lancar. Penyiraman dapat dilakukan sekali saja dalam sehari, dan baiknya ketika pagi hari sehingga tanah tidak lembab selanjutnya.
  • Berikan Pupuk. Walaupun termasuk tanaman yang cukup mudah tumbuh, namun pemberian pupuk juga diperlukan untuk merangsang tanaman agar berbunga banyak. Lavender tidak membutuhkan terlalu banyak pupuk, sekali dalam setahun pun sudah cukup dengan menggunakan pupuk kompos dan campuran tanah humus berpasir. Jika ingin bunga lebih rimbun lagi, cobalah berikan minyak ikan atau ekstrak rumput laut.
  • Cabuti Gulma dan Rumput Liar. Pastikan tidak ada tanaman lain yang mengambil nutrisi yang diperlukan oleh tanaman lavender. Jika diperlukan, Anda bisa menutupi permukaan media tanam menggunakan jerami tipis atau kerikil.
  • Pangkas Setahun Sekali. Ketika sudah tumbuh besar, usahakan untuk memangkas tanaman lavender sekali dalam setahun, terutama ketika suda muncul tunas baru. Potonglah tanaman lavender sepertiga dari tinggi seluruhnya sehingga bentuknya pun rapi dan indah dipandang. Pemangkasan juga akan membantu tunas baru untuk tumbuh.
  • Memanen Bunga Lavender. Seringkali bunga lavender kemudian dipanen untuk dijadikan hiasan di dalam rumah. Untuk memotong bunga lavender, potonglah di bagian dasar batang yang dekat dengan daun. Sebaiknya bunga lavender tidak direndam dalam air, karena dalam bentuk kering pun bunga masih akan menghasilkan aroma yang wangi.

Demikianlah cara menanam dan kiat-kiat merawat tanaman lavender yang tentunya bisa dilakukan oleh siapapun dengan ketekunan dan kesabaran. Selamat mencoba!

Komentar