Cara Budidaya Bawang Merah dari Biji Botani Hasil Maksimal

Kebunbunga.net – Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang dapat menambah rasa sedap pada makanan. Hampir semua masakan di Indonesia memerlukan bawang merah sebagai komposisinya. Dengan prospek yang cukup besar karena kebutuhan pasar yang tinggi, harga bawang merah pun kian hari kian bertambah mahal, oleh karena itulah banyak orang mulai mengusahakan budidaya bawang merah sendiri.

Bawang merah juga memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu: mampu melindungi jantung dari berbagai virus dan bakteri, sebagai pengontrol diabetes, pencegah kanker hingga menurunkan berat badan. Nah, tertarik untuk memulai budidaya bawang merah? Berikut cara menanam bawang merah dari biji botani.

Budidaya Bawang Merah

Cara Budidaya Bawang Merah

Bawang merah sebetulnya bisa tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun akan lebih optimal jika ditumbuhkan di dataran rendah dengan kondisi sbb:

  • Ketinggian ideal 0-800 meter di atas permukaan laut.
  • Temperatur udara sekitar 25-32oC dan memiliki kelembaban relatif kering.
  • Ladang terbuka langsung terkena sinar matahari. Bawang merah memerlukan paparan sinar matahari cukup banyak sehari-harinya.
  • Lebih baik jika di tempat tersebut angin bertiup sepoi-sepoi untuk mempertinggi laju fotosintesis yang akan membuat hasil panen lebih tinggi.
  • Tanah lempung berpasir atau lempung berdebu.
  • Keasaman tanah berkisar antara 5,5-6,5. Jika pH kurang dari 5,5, tanaman bawang merah akan tumbuh kerdil. Jika pH lebih dari 6,5, panen umbi bawang merah sangat kecil ukurannya dan produktivitas rendah.
1# Memilih Bibit Bawang Merah

Budidaya bawang merah biasanya dilakukan dengan 2 alternatif pilihan, yaitu menggunakan biji botani (True Shallot Seed/TSS) dan menggunakan umbi bibit. Alternatif budidaya menggunakan biji terbilang cukup unggul dengan kelebihan sbb :

  • Prospek cerah, keperluan benih relatif lebih sedikit, dengan setiap hektar ladang hanya memerlukan sekitar kurang lebih 3 kg biji.
  • Bibit lebih mudah didistribusikan, biaya angkut bibit relatif lebih rendah.
  • Produktivitas tinggi, cocok untuk Anda yang mencari profit.
  • Sangat sedikit mengandung wabah penyakit seperti virus.
2# Proses Persiapan Lahan Budidaya Bawang Merah

Bawang merah dapat ditanam di lahan tegalan atau lahan bekas sawah padi. Untuk persiapan lahan tegalan, pertama-tama rumput liar dan batuan di area lahan perlu dihilangkan terlebih dahulu, kemudian tanah juga perlu diolah dengan mencangkulnya cukup dalam agar lebih gembur. Buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan luas lahan. Di antara dua bedengan, buat parit sedalam 30-40 cm. Lahan tegalan kemudian diberikan pupuk kandang dengan ukuran 10-20 ton per hektar. Setelah didiamkan selama kurang lebih 2 minggu, lahan siap ditanami bawang merah.

Panen Bawang Merah

Jika menggunakan lahan bekas padi sawah, sebetulnya caranya mirip, namun tanah sebaiknya didiamkan sedikit lebih lama agar tidak terlalu lembab untuk budidaya bawang merah.

3# Penanaman Bawang Merah

Karena memerlukan kondisi yang kering, maka bawang merah paling baik ditanam pada awal musim kemarau, yaitu sekitar akhir Mei – September. Berikut merupakan tahapan dan cara menanam bawang merah :

  • Siram ladang dengan air sehari sebelum waktu penanaman agar permukaan tanah sedikit lembab dan memungkinkan biji tumbuh.
  • Buatlah lubang untuk menanam biji bawang merah, dengan jarak antar lubang sekitar 20 cm. Usahakan jarak selalu sama sehingga mendukung produktivitas bawang merah.
  • Tanam biji bawang merah ke dalam lubang. Tutup kembali lubang dengan media tanah yang dicampurkan dengan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 150 kg per hektar atau pupuk KCl dengan dosis 325 kg per hektar.
  • Pastikan dua pertiga biji berada di dalam media tanah, dan sisanya terlihat di atas permukaan tanah. Kemudian siram tanah sampai tanahnya lembab untuk mendukung pertumbuhan bawang merah.
  • Penyiraman awal saat biji berusia 0-10 hari dilakukan dua kali, di pagi dan sore hari. Selanjutnya penyiraman dapat dikurangi hingga cukup hanya sekali dalam sehari.
4# Kiat Merawat Tanaman Bawang Merah

Setelah ditanam, tentunya tumbuhan bawang merah perlu terus dipelihara sehingga hasil panennya tinggi dan memuaskan. Lakukan cara-cara berikut dengan tepat agar bawang merah tumbuh maksimal di ladang :

  • Memberikan pupuk selama tanaman bawang merah tumbuh. Pemupukan bisa dimulai kembali setelah tanaman berusia 2 minggu. Berikan pupuk urea sebanyak 90 kg, pupuk KCl sebanyak 110 kg, dan pupuk ZA sebanyak 200 kg untuk setiap satu hektar lahan.
  • Mencegah penyakit dan hama menyerang tanaman. Hama yang paling umum ditemukan pada bawang merah adalah ulat daun dan layunya daun karena cendawan. Penanganan terhadap hama dapar dilakukan secara manual (mencabut dan membuang ulat) atau menyemprotkan fungisida.
  • Penyiangan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah. Lakukan dua kali selama periode penanaman. Cabuti rumput atau tanaman lain yang berpotensi menyerap nutrisi yang diperlukan bawang merah.
  • Ketika sudah memasuki masa pembuahan umbi, maka penyiraman harus benar-benar diperhatikan agar tidak terlalu banyak air memasuki tanah dan membuat busuk umbi yang seharusnya dipanen.
  • Bawang merah akan siap panen setelah 70-85 hari penanaman. Selesai panen, pastikan bawang dijemur dan dikeringkan agar tidak terjadi pembusukan setelah panen.

Demikianlah cara menanam bawang merah dan merawatnya hingga menghasilkan panen yang melimpah serta memuaskan. Selamat mencoba dan semoga membantu Anda yang sedang memulai usaha budidaya bawang merah untuk kebutuhan dalam negeri.

Komentar
error: Mau Copas ya !!